Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami..


Gambar

 

Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami..

Untuk saudara-saudari ku  dijalan dakwah,  catatan ini adalah segores tinta kecil dari perjalanan panjang kita. Agar kita lebih merasakan kesyukuran dan ketundukan kepada Allah Swt atas karunia-Nya kita berada dalam kebersamaan disini.

Berbahagialah dan berbanggalah karena Allah Swt telah memilih antum semua berada dijalan yang mulia ini, insyaALlah. Allah Swt telah mengistimewakan antum semua menerima nikmat berjama’ah dan ini adalah karunia terbaik yang kita terima setelah karunia keimanan kepada Allah Swt.

Karnuia yang tidak kita dapat karena nasab (keturunan), status, harta, maupun ‘ilmu. Namun, ia semata-mata karunia Allah Swt Yang Maha Rahmah, Yang menuntun langkah kita hingga sampai di sini, di jalan ini, hingga detik ini.

 

Jatuh Bangun Cinta Menikmati Lumpur Dakwah

Tiada selalu benar anggapan sebagian orang yang menyebutkan bahwa hidup di dunia ini adalah misteri. Sebab, kenyataan nya kehidupan ini memiliki alur dan garis kehidupannya masing-masing yang sudah berjalan sepanjang kehidupan itu ada.

Kehidupan ini mempunyai sunnatu al hayah, berupa ketentuan hidup yang ditentukan oleh Allah Swt. Salah satu kepastian hidup ini ialah bahwa keburukan dan kebathilan pasti berakhir pada kesengsaraan dan kehancuran. Sementara, tentu kebaikan, kebajikan serta kebenaran, pasti akan berakhir pada kebahagiaan, kemenangan, dan keabadian. Dua kaidah itu ialah garis kehidupan yang tiada pernah berubah.

Begitulah dengan garis kehidupan yang kami lalui hingga saat ini. Kami menginginkan garis (taqdir) kehidupan ini, membentang hingga titik terakhir kami memperoleh keridhaan-Nya.

Dari dunia inilah kami menjalani jalan setapak demi setapak langkah untuk mencapai kehidupan akhirat yang insyaALlah membahagiakan. Dan pilihan kami jatuh kepada jalan dakwah.  Kami memandang, menempuh hidup dijalan dakwah , adalah perjalanan yang amat sangat mulia, dari jalan inilah kami mendapatkan beragam hikmah, kisah serta pelajaran nan ibrah yang sangat amat begitu berharga yang tiada pernah kami dapatkan sebelumnya dijalan yang lain.

Kami bertemu satu persatu teman, kemudian menjadi sahabat-sahabat seperjuangan yang memberikan arti serta makna yang begitu dalam tentang akan artinya makna sebuah jalinan ukhuwah nan begitu saling menyayangi karena-Nya.

Kembali kepada Bahasan, tentunya seorang juru da’wah  ialah para musafir nan haus ‘ilmu serta hidayah juga ilham, yang mana dijalan dakwah yang membawa misi-misi spesial  kemanapun ia berjalan dimuka bumi ini.

Ia nya seperti pembawa minyak wangi yang berjalan dari dari salah satu ketmpat yang lain, menebarkan aroma yang sedap dihirup. Tiada satu tempat yang dipijaknya, melainkan ia pasti menjajakan sebuah misi mulianya. Maka sudah pasti tentu ada banyak pelajaran yang kami petik dari ragam suasana diperjalan ini, yang penting untuk diurai. Pelajaran yang kami peroleh dari kebersamaan dengan para saudara-saudari dijalan dakwah, Bagaimanapun telah memakan sebagian dari sisa usia kehidupan kami , Dan kami sungguh! Sungguh merasakan kebesaran faidah dan karunia Allah berada dijalan ini.

Meski demikian, catatan saya yang saya tulis ini, jauh lebih sederhana ketimbang catatan yang ditorehkan oleh para guru-guru kami, para ‘ulama dan masyayikh dakwah  yang telah melewati berpuluh tahun berada dijalan dakwah ini.

Catatan ini, mungkin hanya serpihan-serpihan saja dibandingkan pengalaman dakwah yang pernah dituliskan guru-guru dakwah kami. Mereka –rahimahumullah-  orang-orang yang telah memetik jutaan mutiara perjalanan dakwahnya, setelah mereka menyelesaikan puluhan tahun dijalan dakwah ini.

Mereka menikmati kemilau hikmah jalan dakwah ini setelah berpeluh keringat, air mata dan mungkin darah dijalan ini. Maka, siapapun yang membaca torehan tinta mereka, akan memunculkan suasan hati yang luar biasa menggambarkan perjalan dakwah dan pengorbanan mereka.

Untuk saudara-saudari kami dijalan dakwah, catatan ini ialah catatan kecil dari perjalanan panjang kita. Agar kita lebih merasakan kesyukuran dan ketundukan kepada Allah Swt atas karunia-Nya kita berada dalam kebersamaan disini.

Berbahagialah dan berbanggalah karena Allah Swt telah memilih kita berada dijalan dakwah ini. Allah Swt telah mengistimewakan antum semua menerima nikmat berjama;ah dan ini adalahkarunia terbaik yang kita terima setelah karunia keimanan kepada Allah Swt.

Karunia yang tidak kita dapat karena nasab, status, harta, maupun ‘ilmu. Tapi ia semata-mata karunia Allah Swt Yang Maha Rahmah , Yang menuntun langkah kita hingga sampai disini, dijalan ini, pada detik ini. Allah Swt berfirman;

“ Dan ami telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatka kamu daripadanya” (QS Ali Imran; 103)

Nikmat ini tidak boleh direndahkan, diremehkan apalagi dipermainkan> Kita harus menjaga dan memelihara nikmat yang teramat agung ini. Dan kita wajib merasa khawatir andai nikmat itu hilang.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat di sisi Engkau, karena sesungguhnya engkau lah Maha Pemberi (karunia)” (QS Ali Imran;08)

 

Bandung,  2 Ramadhan 1435 H | 30 Juni 2014 | Prapta Nugraha;

Fb : Prapta Nugraha Ardiatma

Twitter : @udaprapta

Pin : 2739F932

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s