Berpulang dengan beragam Cara-Nya


Satu persatu yang dirindu berpulang kepangkuan-Nya..

Sahabat seperjuangan.. alm. Risa Erwanudiansah.
Berselang 2minggu kemudian tepat perawalan sore hari tadi, Gurunda Ustadz. Ayi Syafe’i,  berpulang juga kepangkuan-Nya.

Dan masih ada ribuan muslim muslimah yang berpulang dengan cara-Nya yang beragam.

Qadarullah..

Maut Tak mengenal usia, tahta & jabatan..

Diri ini sedang Menunggu & mengantri berpulang juga kepada-Nya. Kelak suatu saat nanti.

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut : 57)

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Tak ada satu makhluk pun yang kuasa menangguhkan datangnya kematian, walau hanya sedetik, karena takdir kematian adalah hak mutlak Allah SWT.

Setiap manusia, sesungguhnya selalu diburu kematian. Jaraknya pun semakin dekat dari waktu ke waktu.

Maut adalah fase kehidupan manusia yang mutlak harus dilewati dalam proses menuju akhirat, setelah singgah dulu di alam barzakh.

Dalam Surah lain QS Al Jumu’ah Allah SWT juga berfirman :

قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُ ۥ مُلَـٰقِيڪُمۡ‌ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Kematian, yang mutlak dan tak dapat di tolak bias terjadi di mana saja, kapan saja.
Dalam QS An Nisa’ ayat 78, Allah SWT berfirman :

أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِى بُرُوجٍ۬ مُّشَيَّدَةٍ۬‌ۗ وَإِن تُصِبۡهُمۡ حَسَنَةٌ۬ يَقُولُواْ هَـٰذِهِۦ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ‌ۖ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةٌ۬ يَقُولُواْ هَـٰذِهِۦ مِنۡ عِندِكَ‌ۚ قُلۡ كُلٌّ۬ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ‌ۖ فَمَالِ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلۡقَوۡمِ لَا يَكَادُونَ يَفۡقَهُونَ حَدِيثً۬ا

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di
dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

Umur manusia memang tetap akan menjadi rahasia Allah SWT, sampai kapanpun. Karena itulah manusia harus senantiasa “memperpanjang umur” dengan cara yang di ridhoi oleh Allah SWT, yakni dengan memperbanyak silaturahmi dan bersedekah. Dan tentu saja beribadah dan beramal salih.

Namun, bukan berarti kita menjadi apatis dan hanya memikirkan kehidupan akhirat. Dalam hal ini ada baiknya hendaknya kita camkan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Ahmad.

“Jika kiamat telah tiba, sedang di tangan salah seorang kalian ada sebiji (bibit tanaman), jika ia sempat menanamnya menjelang kiamat itu, hendaklah ia menanamnya”.

Artinya, berdakwah dan beramallah terus, sampai detik-detik terakhir menjelang ajal. Wallahu’alam bishawab.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s